CEWEK!!


CEWEK!!
Hari ini aku bakalan posting tentang karya ESTI KINASIH, yaitu CEWEK!!
Sumpah TeenLit ini, adalah novel yang sangat amat aku sayang, nggak pernah aku bosen dengan buku ini. Dengan postingan ini bakalan aku kasih sinopsis pendeknya J - yang khusus aku buat aja looohh.
BIMA, REI, RANGGA adalah 3 cowok yang sanagt dekat dan sama-sama menyukai gunung, sangking cintanya mereka sampai-sampai melupakan ceweknya, yaitu FANI, LANGEN, FEBI.
Karena kelakuan mereka seperti itu, Langen cs menantang  Rei cs untuk kebut gunung, karena itulah satu-satunya cara bahwa cewek itu nggak bisa selalu mereka remehkan, dengan bantuan teman Langen, yaitu Iwan cs. Langen cs berhasil memenangkan tantangan kebut gunung itu yang dengan disusul acara “minum-minum minuman keras” yang tentu saja bohongan hanya untuk memberikan kekagetan untuk Rei cs.
Rei marah pada langen, dan akhirnyapun mereka putus yang diakhiri dengan acara minum minuman keras yang kali ini beneran minuman keras. Karena merasa dilecehkan Langen menantang Rei cs untuk kebut gunung lagi. Tetapi bedanya sekarang mereka sama-sama mendaki gunung. Dan – lagi-lagi – dengan amat sedikit bantuan Iwan cs, akhirnya Langen cs kembali berhasil memenangkan acara kebut gunung tersebut.
Tapi mereka memenangkan kebut gunung ini dengan kelakuan yang sangat amat tidak wajar. Yaitu mereka mengganti bajunya dengan pakaian robek-robek yang lebih banyak robek besarnya dari pada tertutupnya sehingga mereka .... tranparan!
Nah sudah kan? Mungkin rada kurang jelas maka lebih baik baca saja bukunya J
Nah ini adalah kata-kata yang aku suka dari novel CEWEK!!
1.     “Cuma kayak gitu aja sih....,” Langen tersenyum sambil menjentikkan ibu jari dan kelingkingnya di depan muka Rei, “kecil! Cariin gue pinjeman Jeep, dan semua tropi dirumah kamu yang udah kayak benda keramat itu mendingan dibuang!”
2.    “Itulah! Kalian terlalu bangga sih sama kaum sendiri. Selalu beranggapan cewek itu nyusahin, ngerepotin, cengeng, manja, nggak logis, nalarnya susah diterima. Boleh aja kamu bilang cewek itu lemah. Makhluk halus! Tapi aku kasih tau ya, buat kami otot itu nggak terlalu penting kok. Ini lho yang penting...” Langen mengetuk-ngetuk keningnya. “Otak, you know! Kalo itu dipake, segalanya akan jadi mungkin! Otot yang kalian bangga-banggakan itu bisa diganti robot. Dan kalo udah begituuu...,” dikembangkanya senyum, manis tapi mengejek, “apa sih yang mau dibanggakan dari Maranon?”
3.    “Bukan! Itu alaasan diplomatis, tapi udah basi! Yang bener, karena kalian mau kami tetep begitu. Jadi cewek rumahan. Karena dengan begitu kalian kan jadi cowok hebat! Strong, gitu. Cowok super! Kayak Hercules, Superman, Batman, Rambo, Arnold, James Bond, dan lain-lain yang bullshit itu! Sementara kami, cewek-cewek, makin kayak Nia Daniati... Ralat! Maksud aku... kayak gelas-gelas kaca! Dipajang yang manis di dalam lemari, dibersihin sekali-sekali, dan baru diliat kalo lagi kepengen!” kata Langen.
4.    “Kamu harus tau, La. Ada cewek yang harus dijaga, meskipun bukan pacar. Memang begitulah seharusnya. Tapi ada cewek yang nggak perlu dijaga. Bukan karena dia kuat atau hebat. Sama sekali bukan itu. Jangan salah! Dia nggak perlu dijaga...” Rei tersenyum lagi, “karena emang itu yang dia mau!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar