aku bingung menceritakan isi hatiku setelah membaca buku ini .
yang aku sadar , Sandy ini bener - bener beruntung deh , cuma dengan HP yang tertukar. dan menjadi pacar bohongan seorang artis , dan akhirnya menjadi pacar beneran seorang artis di korea selatan itu.
tapi tetep aja diriku nggak mau menjadi Sandy, meskipun bisa dibilang beruntung , kecelekaannya itu yang aku nggak bisa bayangkan. terlalu bikin sakit.
tapi bener ini novel patut di ancungi 4 jempol deh. dari segi mana aja , orang yang awam tentang novwl ataupun orang yang bener-bener readers novel , ini novel emang bikin orang berdecak kagum. 95 poin deh buat novel ini :)
aku suka cara Sandy menyukai Tee-won , aku juga suka cara Tee-won mengungkapkan dan menunjukkan rasa sayangnya sama Sandy
ini nih beberapa kata yang aku suka dari novel ini :D
1.Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?
Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?
Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu
2. Sandy tersenyum. “Katanya aku harus mengawasi makanmu karena kau sering lupa makan kalau sudah sibuk bekerja. Katanya aku harus banyak bersabar kalau menghadapimu, apalagi kalau kau sedang uring-uringan. Katanya sebenarnya kau anak yang baik dan tidak akan membuatku kecewa. Ibumu juga bilang ingin bertemu denganku dan memintamu membawaku ke Amerika untuk menemuinya.”
3. Tae-Woo menarik napas dalam-dalam. Pandangannya menerawang. Kata-katanya meluncur pelan dan datar. “Saat itu acara sudah berakhir. Hujan turun. Aku sudah berada di dalam mobil yang menunggu di pintu utama. Para penggemar masih berkerumun di sekeliling mobilku. Mereka berteriak-teriak, berdesak-desakan. Sopirku nyaris tidak bisa menjalankan mobil. Para petugas keamanan juga kewalahan membuka jalan agar mobil bisa lewat. Akhirnya mereka berhasil menahan para penggemar. Mobil pun mulai bergerak. Pelan, tidak cepat, karena aku masih melambaikan tangan kepada para penggemar. Lalu hal itu terjadi begitu saja.”
4. Itu terakhir kalinya Sandy mendengar suara Lisa. Lisa tidak pulang makan. Sandy menunggunya pulang untuk makan, tapi dia tidak pulang. Setelah menunggu lama, telepon berbunyi dan Sandy nyaris lumpuh mendengar berita itu. Ia tidak ingat apa yang dilakukannya kemudian. Semuanya menjadi kabur. Kalau tidak salah, ia langsung menelepon orangtuanya di Jakarta, lalu berlari ke rumah sakit. Lisa tidak membuka mata ketika Sandy tiba di rumah sakit. Kakaknya tidak membuka mata saat Mama dan Ayah tiba di rumah sakit. Ia bahkan tidak membuka mata ketika Mama memanggil namanya. Lisa tidak pernah membuka matanya lagi.
5. Tae-woo mengabaikan manajernya itu dan tetap melanjutkan, “Dalam bisbol ada sembilan pemain. Kurang satu saja tidak bisa. Sembilan artinya lengkap. Kenapa aku menyimpan nomor Sandy di nomor sembilan? Itu karena kalau dia ada, aku baru merasa benar, merasa lengkap. Dia nomor sembilanku.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar